Website multibahasa berguna bagi perusahaan ekspor dan impor ketika calon pembeli, pemasok, atau mitra menilai produk dalam bahasa yang berbeda dari bahasa tim Anda. Tujuannya bukan sekadar memasang tombol pilihan bahasa, tetapi memastikan setiap versi memberi informasi yang sama akuratnya: spesifikasi, ketentuan permintaan penawaran, dan cara menghubungi perusahaan.
Singkatnya, ada empat hal yang menentukan berhasil atau tidaknya: bahasa dan halaman prioritas yang dipilih dengan sadar, terjemahan yang diperiksa orang yang paham produk, struktur URL yang bisa dibaca mesin pencari, serta proses pembaruan agar semua versi tetap sinkron. Artikel ini membahas fitur yang perlu disiapkan pada masing-masing bagian.
Panduan ini ditujukan bagi pemilik atau manajer perusahaan yang sedang menimbang website baru, atau ingin menambah bahasa pada website company profile yang sudah ada.
Kapan perusahaan ekspor impor membutuhkan website multibahasa?
Tidak semua perusahaan perlu banyak bahasa sejak awal. Tanda bahwa versi bahasa lain layak dibuat antara lain:
- Calon pembeli dari negara tertentu sering menanyakan hal yang sebenarnya sudah ada di website, tetapi tidak mereka pahami.
- Tim penjualan berulang kali mengirim ulang spesifikasi, katalog, atau profil perusahaan dalam bahasa lain lewat email atau WhatsApp.
- Perusahaan mengikuti pameran atau kanal B2B internasional, lalu calon mitra memeriksa website sebelum membalas.
- Pemasok luar negeri perlu memahami persyaratan pembelian, dokumen, dan alur kerja sama dari sisi Anda sebagai importir.
Bila belum ada tanda seperti itu, satu versi bahasa Inggris untuk halaman inti sering sudah cukup sebagai langkah awal. Lebih baik dua bahasa yang terawat daripada lima bahasa yang setengah jadi.
Tentukan bahasa dan halaman prioritas lebih dulu
Pilih bahasa berdasarkan pasar yang benar-benar dilayani, bukan bahasa yang paling populer secara umum. Pertimbangkan juga kemampuan tim: siapa yang akan membalas pertanyaan dalam bahasa tersebut?
Setelah itu, tentukan halaman yang diterjemahkan lebih dulu. Untuk perusahaan ekspor impor, urutan yang umumnya masuk akal:
- Halaman produk dan spesifikasi: nama produk, bahan, ukuran, kemasan, dan dokumen pendukung.
- Profil perusahaan: siapa Anda, lokasi, kapasitas yang bisa dibuktikan, dan legalitas yang relevan.
- Ketentuan permintaan penawaran: informasi apa yang perlu dikirim calon pembeli agar penawaran bisa dihitung.
- Kontak dan formulir: termasuk zona waktu dan bahasa yang dipakai tim saat membalas.
Artikel blog, berita perusahaan, dan halaman pendukung lain bisa menyusul. Susun daftar ini dalam brief proyek supaya vendor dapat menghitung ruang lingkup dengan tepat; checklist brief website bisa membantu Anda merapikannya.
Terjemahkan makna dan istilah bisnis, bukan kata per kata
Kesalahan terjemahan pada spesifikasi atau syarat transaksi bisa menimbulkan salah paham yang mahal. Karena itu, siapkan beberapa hal berikut sebelum menerjemahkan:
- Glosarium istilah: daftar nama produk, nama bahan, istilah teknis, dan padanannya di setiap bahasa. Glosarium menjaga istilah tetap konsisten di semua halaman.
- Satuan dan format: tentukan satuan ukuran, berat, dan format angka yang dipakai di setiap versi. Penulisan desimal dan pemisah ribuan berbeda antarbahasa, jadi pastikan angka penting tidak terbaca keliru.
- Pemeriksa yang paham produk: terjemahan mesin boleh dipakai sebagai draf, tetapi sebaiknya ditinjau orang yang memahami produk dan bahasa tujuan sebelum diterbitkan.
Pemeriksaan manual ini juga penting untuk SEO. Kebijakan spam Google menyebut penerjemahan otomatis sebagai salah satu contoh transformasi otomatis yang bisa termasuk penyalahgunaan konten berskala, yaitu ketika banyak halaman dibuat tanpa nilai bagi pengguna (kebijakan spam Google Search). Terjemahan yang diperiksa dan bermanfaat tidak dilarang, tetapi menerbitkan ratusan halaman hasil mesin tanpa tinjauan adalah risiko yang tidak perlu.
Ingat juga bahwa kata kunci tidak selalu bisa diterjemahkan langsung. Istilah yang dicari pembeli di negara tujuan bisa berbeda dengan terjemahan harfiah nama produk Anda, jadi periksa istilah yang lazim dipakai di pasar tersebut.
Struktur URL dan hreflang pada website multibahasa
Google merekomendasikan URL terpisah untuk setiap versi bahasa, bukan mengganti bahasa memakai cookie atau pengaturan browser (panduan situs multibahasa Google). Ada beberapa pilihan struktur:
- Subdirektori, misalnya
contoh.com/en/: mudah disiapkan dan dirawat di satu hosting. Pilihan ini paling sering cocok untuk perusahaan menengah. - Subdomain, misalnya
en.contoh.com: mudah dipisahkan, tetapi pengunjung bisa ragu apakah kode itu menunjukkan bahasa atau negara. - Domain negara (ccTLD), misalnya
contoh.de: sinyal negara paling jelas, tetapi biaya, aturan pendaftaran, dan infrastrukturnya lebih berat. - Parameter URL, misalnya
?lang=en: tidak direkomendasikan Google.
Cara kerja hreflang
Penanda hreflang memberi tahu Google hubungan antara versi bahasa atau wilayah dari halaman yang sama. Menurut dokumentasi versi lokal Google, ada beberapa aturan penting:
- Penanda bisa dipasang lewat tag di HTML, header HTTP, atau sitemap. Cukup pilih satu cara.
- Setiap versi harus mencantumkan dirinya sendiri dan semua versi lain. Bila dua halaman tidak saling merujuk, penandanya diabaikan.
- Kode bahasa memakai ISO 639-1 dan kode wilayah memakai ISO 3166-1 Alpha 2, misalnya
en,id, atauen-GB. - Nilai
x-defaultdapat dipakai untuk halaman cadangan, misalnya halaman pemilih bahasa.
Perlu diluruskan: hreflang membantu Google menampilkan versi yang paling sesuai bagi pengguna, tetapi tidak otomatis menaikkan peringkat atau mendatangkan pertanyaan dari luar negeri. Google juga menentukan bahasa halaman dari konten yang terlihat, bukan dari atribut kode. Jadi isi halaman tetap yang utama.
Untuk sisi teknis lain, W3C menyarankan setiap halaman mendeklarasikan bahasanya dengan atribut lang pada elemen html (W3C, deklarasi bahasa HTML). Atribut ini membantu browser dan perangkat lain memproses teks dengan benar.
Pemilih bahasa, navigasi, dan tata letak
Fitur yang terlihat sederhana ini sering menentukan apakah pengunjung luar negeri bertahan:
- Pemilih bahasa yang mudah ditemukan, biasanya di header, dengan nama bahasa ditulis dalam bahasanya sendiri (English, Bahasa Indonesia). Hindari hanya memakai ikon bendera, karena bendera mewakili negara, bukan bahasa.
- Jangan mengalihkan otomatis berdasarkan dugaan bahasa atau lokasi. Google menyarankan tautan manual ke versi lain, karena pengalihan otomatis bisa membuat pengunjung dan mesin pencari tidak dapat melihat semua versi. Google juga mencatat Googlebot biasanya merayapi dari Amerika Serikat.
- Satu bahasa per halaman: navigasi, isi, dan footer memakai bahasa yang sama. Hindari terjemahan berdampingan dalam satu halaman.
- Tata letak yang lentur: judul dan label tombol bisa lebih panjang setelah diterjemahkan. Uji tampilan di layar ponsel agar teks tidak terpotong.
Struktur menu sebaiknya sama di semua bahasa supaya mudah dirawat. Prinsip penyusunannya dibahas di artikel menyusun menu navigasi website perusahaan.
Formulir permintaan penawaran untuk calon mitra luar negeri
Formulir adalah tempat calon pembeli berubah menjadi prospek, jadi perlakukan dengan serius:
- Label, pesan kesalahan, dan pesan konfirmasi mengikuti bahasa halaman.
- Sediakan kolom negara, kode telepon internasional, dan nama perusahaan.
- Untuk nama, W3C menyarankan memakai satu kolom nama lengkap bila Anda tidak perlu memisahkan bagian nama, tidak mewajibkan nama keluarga, dan menerima karakter non-Latin dengan pengodean UTF-8 (W3C, nama pribadi di berbagai negara).
- Tanyakan informasi yang dibutuhkan untuk menghitung penawaran, misalnya jenis produk, perkiraan volume, dan negara tujuan, tanpa membuat formulir terlalu panjang.
- Tandai di sistem dari versi bahasa mana pesan masuk, agar tim tahu harus membalas dalam bahasa apa.
Bila tim hanya bisa membalas dalam bahasa tertentu, sampaikan dengan jujur di dekat formulir. Prinsip formulir yang cepat diisi dibahas lebih lanjut di desain form input yang minim kesalahan.
Siapkan alur pembaruan setelah website tayang
Masalah paling umum pada website multibahasa bukan saat peluncuran, melainkan beberapa bulan sesudahnya: spesifikasi diperbarui di versi Indonesia, tetapi versi Inggris tertinggal. Siapkan hal berikut sejak awal:
- Penanggung jawab materi dan penerjemahan untuk setiap bahasa.
- Daftar halaman yang wajib ikut diperbarui ketika produk, spesifikasi, atau ketentuan berubah.
- CMS yang memperlihatkan versi bahasa mana yang belum diperbarui.
- Pemeriksaan berkala untuk tautan, file unduhan, dan formulir di setiap bahasa.
- Aturan untuk materi yang belum tersedia dalam suatu bahasa: disembunyikan atau diberi keterangan, bukan dibiarkan tercampur.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah cukup memakai plugin terjemahan otomatis?
Untuk draf, bisa. Untuk spesifikasi produk dan syarat transaksi, sebaiknya hasilnya ditinjau orang yang paham produk dan bahasa tujuan sebelum diterbitkan, agar tidak terjadi salah paham dan kualitas halaman tetap terjaga.
Bahasa apa yang sebaiknya dibuat lebih dulu?
Bahasa pasar yang sudah atau paling realistis Anda layani, sekaligus bahasa yang bisa dipakai tim untuk membalas. Bagi banyak perusahaan, bahasa Inggris untuk halaman inti adalah titik awal yang wajar.
Apakah hreflang membuat website naik peringkat di luar negeri?
Dokumentasi Google tidak menyebutnya sebagai faktor peringkat. Hreflang membantu Google menampilkan versi bahasa yang sesuai. Peringkat tetap bergantung pada isi halaman dan relevansinya bagi pencari.
Lebih baik subdirektori atau subdomain?
Untuk kebanyakan perusahaan, subdirektori seperti /en/ paling mudah dirawat karena berada di satu situs. Subdomain atau domain negara layak dipertimbangkan bila tiap pasar dikelola tim atau server yang berbeda.
Mulai dari bahasa dan halaman prioritas
Website multibahasa yang baik dimulai dari keputusan sederhana: pasar mana yang dilayani, halaman apa yang paling dibutuhkan calon mitra, dan siapa yang merawat setiap versi. Bila Anda sedang merencanakannya, Anaverse dapat membantu menyusun struktur, fitur, dan CMS-nya lewat layanan jasa pembuatan website untuk perusahaan di seluruh Indonesia. Siapkan contoh katalog, negara tujuan, dan kemampuan tim mengelola konten, lalu diskusikan kebutuhan Anda dengan tim Anaverse.
Referensi
- Google Search Central: Tell Google about localized versions of your page
- Google Search Central: Managing multi-regional and multilingual sites
- Google Search Central: Spam policies for Google web search
- W3C Internationalization: Declaring language in HTML
- W3C Internationalization: Personal names around the world



